Pages

Friday, January 19, 2007

Add Remove Program on SUSE Linux

Setelah dikenalkan atau baru saja meng-install Linux, biasanya newbie akan bertanya kalimat yang menjadi topik tulisan ini, Add Remove Program-nya mana? Sebuah pertanyaan klasik hasil dari sebuah kebiasaan yang mengekang kebebasan berpikir dan berkarya (kebiasaan yang menutup budaya keterbukaan) (?).

Untungnya (sangat wajar sebenarnya) Linux sudah disertai dengan program aplikasi yang menyediakan fasilitas untuk memanajemen software-nya, termasuk di dalamnya program interface untuk install, uninstall, dan updating software secara berkala dan otomatis. YUM biasa digunakan oleh distro RedHat (termasuk Fedora Core), APT-GET untuk distro Debian GNU/Linux dan turunannya (Knoppix, Kuliax, dsb.), Slackware menggunakan Slacktool, SuSE Linux (termasuk openSUSE) sangat terkenal dengan tool YaST-nya, dan distro-distro lain menggunakan software management-nya masing-masing.

Proses "add remove program" dengan menggunakan YaST Software Management menjadi pembahasan pada tulisan kali ini, saya memilih tool (dan karena saya concern menggunakan distro openSUSE) ini karena saya berpendapat bahwa YaST-nya SUSE Linux benar-benar tool yang tidak hanya relible tapi juga membawa paradigma baru--tidak terlalu berbeda dengan tool Add Remove/Control Panel-nya Windows--yang mudah dipahami dan digunakan newbie; user yang baru saja bermigrasi dari Windows ke Linux. Alhasil, newbie tersebut bisa terbantu dan tidak terlalu kaget ketika harus belajar sesuatu yang baru.

Memang tidak semua habitual dan usability di Windows bisa disediakan di Linux, tapi at least, user jadi terbantu dan tidak terlalu kaget dengan banyak hal baru di linux. dan akhirnya kita bisa mengganti padanan fungsi Windows Control Panel di SuSE Linux dengan YaST.

Sebelum kita memulai pembahasan teknis tentang bagaimana memanajemen software di openSUSE, ada paradigma yang harus dipahami oleh newbie, yaitu:

kita dapat meng-install software apapun (yang memang diperuntukkan untuk Linux) dan berasal dari mana saja (di Internet), tetapi sangat disarankan untuk mencarinya terlebih dahulu di CD/DVD ROM bawaan Distro Linux yang kita pakai atau server repository yang direkomendasikan oleh distro tersebut. Hal ini tidak hanya agar sistem kita bisa lebih "bersih" juga berhubungan dengan keseragaman/konsistensi paket aplikasi, software dependency, dan kemudahan upgrade software di masa datang.

Apabila software atau versi software yang kita cari tidak/belum ada di CD/DVD ROM ataupun server repository-nya maka mengambil program aplikasi dari source ataupun software untuk distro lain manjadi alternatif yang tidak bisa dibantah lagi.


Sebenarnya pilihan terakhir di atas tidak menjadi masalah ketika kita sudah tahu benar apa yang kita dan komputer lakukan dalam hal manajemen software di sistem Linux, tentu saja dengan kerugian bahwa kita harus "bersi-bersih" banyak aplikasi (terutama masalah library) di sistem secara manual. Dan, apabila software yang terinstall sudah sangat banyak dan kompleks, maka tambah kompleks dan rumitlah pekerjaan kita... Jangan sampai waktu terbuang hanya gara-gara proses instalasi yang rumit yang akhirnya pekerjaan pokok kita jadi tidak bisa diselesaikan dengan benar dan tepat waktu. Kalau memang ada tool yang memudahkan pekerjaan kenapa tidak kita pakai dan manfaatkan? :)

OK, let's begin the action! :)

Kita sudah sepakat bahwa selama aplikasi yang kita cari masih ada di CD/DVD ROM atau server repository distro-nya maka kita direkomendasikan untuk selalu menggunakan cara tersebut. Untuk itu sebelum kita meng-install paket yang diinginkan, kita harus me-list terlebih dahulu daftar sumber instalasi di YaST Installation Source sehingga paket yang kita inginkan akan selalu rapi dan terjaga validasi dan konsistensinya. Mirip dengan me-list installation source di apt-get Debian dan Yum-nya Red Hat/Fedora Core.

Adding Installation Source
Untuk menambah (termasuk mengubah) list sumber instalasi, kita jalankan YaST, Software, lalu pilih Installation Source, Add, pilih sumber instalasi (dalam hal ini dari Internet, http), lalu isi Server Name dan Directory on Server-nya [1][2], tunggu hingga Program ini melakukan indexing sehingga server yang dirujuk siap untuk diakses dan digunakan sebagai salah satu sumber instalasi. Selesai! :) , dan tambahkan pula sumber instalasi lain apabila dibutuhkan.

[Gambar 01: Window utama YaST, mengakses Installation Source]


[Gambar 02: Pengisian Server Name dan Directory on Server]


[Gambar 03: Proses akhir penambahan Server Repository di YaST Instalation Source]

Install and Uninstalling Package with YaST Software Management
Sekarang tinggal memilih paket yang diinginkan sesuai dengan list installation source yang sudah didaftar sebelumnya. Akses kembali YaST, Software, pilih Software Management, tunggu hingga program ini selesai memeriksa source yang telah didaftar, setelah selesai tinggal isikan nama paket aplikasi yang diinginkan :) , lalu Accept, window baru akan muncul apabila dibutuhkan dependency yang diperlukan, klik Install untuk meng-install-nya, lalu tunggu hingga proses instasi selesai... Finish, lalu pilih yes apabila menginginkan untuk meng-install atau bahkan meng-uninstall paket aplikasi yang lain.

[Gambar 04: Window utama YaST Software Management; pilih paketnya, klik kanan, Install]


[Gambar 05: Proses install yang sedang berlangsung]


[Gambar 06: Proses install telah selesai]

Untuk proses uninstall, cukup pilih aplikasi yang ingin di-remove (pada window YaST Software Management yang sama), lalu klik kanan, pilih Delete, klik Accept apabila paket aplikasi yang ingin kita remove sudah terpilih semuanya... Selesai! :)

It's Done! Ngga usah tekan-tekan tombol next-next-next lagi kan? Lebih mudah (digunakan dan dimengerti) dan sederhana untuk dijalankan bahkan untuk newbie sekalipun, ditambah dengan tampilan grafis dan keterangan bantuan yang disertakan... kurang apa lagi coba? :) (apa yach?... xixixi)

openSUSE Software Updater
Bagi saya pribadi, ini merupakan bagian yang paling menyenangkan dalam tahapan mengatur paket-paket aplikasi di openSUSE. Cukup akses K Menu (di KDE), System, Desktop Applet, lalu pilih openSUSE Updater Applet, dan seketika icon baru muncul di KDE system tray, dan langsung melakukan
penge-check-an ke server-server--yang sudah di list di Installation Source sebelumnya--apakah ada update atau tidak untuk aplikasi yang ter-install di komputer kita.

[Gambar 07: openSUSE Updater Applet memberikan report adanya update untuk aplikasi tertentu]

Apabila terdapat update, warna centang-an di icon tersebut berubah menjadi kuning (untuk recommended software) atau merah (untuk urgent sofware) dan melaporkan jumlah software yang dimaksud. Klik Install untuk melakukan update, lalu Accept, dan kita hanya menunggu proses instalasi tersebut hingga selesai. Window proses updating akan menutup dengan sendirinya apabila telah selesai meng-update paket yang bersangkutan.

Simple kan? :) Semua kerumitan proses instalasi--yang katanya sulit--berhasil disembunyikan dan dipermudah dengan tool ini. YaST memamg program yang sangat menakjubkan, tak salah Novell mengakuisisi distro ini menjadi disto andalan perusahaan besar yang terkenal dengan Novell Netware di dunia komputer server ini.

Dari proses install dan uninstall paket aplikasi di atas, semuanya harus berhubungan dengan Internet, karena memang source yang didaftarkan semuanya dari Internet (http atau ftp). Tapi bagi user yang komputernya tidak terhubung secara langsung ke Inernet, ada alternatif lain yang juga sangat mudah. Katakanlah kita mendapatkan software--dalam bentuk rpm--dari Internet (lewat Warnet) lalu copy ke hard disk di komputer kita. Terus? ya tinggal kita klik file tersebut, lalu klik tombol Install Package with YaST, lalu muncul kotak dialog isian password root, isi dengan password root-nya, setela itu YaST akan mencari dependency software apabila ada, dan jika memang ada, source installation CD/DVD ROM menjadi pilihan--karena memang menjadi default source installation--sumber instalasi dependency software tadi.

[Gambar 08: Instalasi software yang dilakukan dari hard disk secara manual tapi dengan bantuan YaST]

Kalau yang kita dapatkan (terpaksa) berupa source (tar.gz atau bz2)? ya.. tinggal di-install sesuai instruksi di file INSTALL atau README-nya :) kalau membutuhkan dependency software tinggal install lewat CD/DVD ROM-nya :)

Cukup mudah bukan? :)

2 comments:

dhan said...

makasih bgt infonya, sngat membantu

Retrovit ID said...

Thanks for review, it was excellent and very informative.
thank you :)