Monday, April 28, 2008

Some Updates

Beberapa tulisan yang berhubungan dan spesifik dengan openSUSE akan saya post di blog saya yang di opensuse-id.org dengan porsi yang lebih banyak, secara blog tersebut merupakan amanat baru dan mempunyai nama domain yang terlihat lebih mencerminkan segala hal yang berkaitan erat dengan openSUSE. Namun, dalam beberapa kasus mungkin akan saya tautkan link-nya dari blog ini.

Begitu pula dengan tulisan lain yang berhubungan dengan Kota Banjar (Jawa Barat, Indonesia), akan saya tulis di blog-nya UrangBanjar.Org-- bisa anda lihat perkembangan terakhir situs ini di status beta-nya. Dengan demikian tulisan-tulisan tersebut hanya akan saya buatkan link dari blog ini ke tulisan di blog tersebut.

Selanjutnya saya "tempelkan" countdown-nya rilis openSUSE 11 di sidebar Calendar blog ini.. :P , dan beberapa tambahan link di Blogs of Mine, dan Affiliations.

Semoga semuanya sehat dan senantiasa terus konsisten dalam beramal untuk kebaikan.. Secara pada setiap akhir bulan, biasanya kondisi badan ikut menurun setara dengan menurunnya bekal hidup (= isi saku).. :P

Ok, see U in next posts then.. :D

Read more >>

Sunday, March 23, 2008

Amanat Baru (Lagi)

Read more >>

Wednesday, March 19, 2008

Amanat Baru

Baru saja compile kernel (hi hi hi... :P), sudah mendapat kerjaan baru... Do'a kan semoga kuat! :) Amin.

Read more >>

Wednesday, March 12, 2008

Akhirnya..

..datang juga (pernikahan kami)...

Do'a kan kami kawan, semoga menjadi keluarga yang mencintai dan Dicintai Allah Swt... Amin.

Read more >>

Tuesday, March 04, 2008

Mengambil Referensi dari Internet

Kasihan, saya masih melihat beberapa mahasiswa yang belum bisa mengambil referensi dari Internet berupa direct url. Sedangkan banyak sekali tulisan (makalah, jurnal ilmiah, laporan praktikum laboratorium) memerlukan referensi bentuk ini agar tulisan yang dibuat dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi syarat sebagai tulisan ilmiah. Pada sisi lain kadang penulisan referensi dari sebuah text book sekalipun masih terdapat banyak kesalahan.

Sepertinya tidak semua mahasiswa tingkat awal memahami cara melakukannya (at least di tempat saya kuliah dulu). Kapan teknik penulisan ilmiah ini diajarkan di bangku kuliah?

Apabila saya lihat di jurusan, kuliah tentang teknik menulis bidang ilmiah ("Penulisan Laporan Teknik") ini ada di semester 7.. Walah?!?..telat dong! Mungkin tugas dosen-dosen tingkat awal harus memberikan pelajaran ini disela-sela kuliahnya.

What ever dech! Berikut cara (newbie's guide) mengambil referensi (direct url) dari Internet yang benar dengan contoh kasus pengambilan dari search engine Google:

Pertama
Setelah mengetikkan kata kunci referensi yang ingin dicari (dalam contoh ini adalah: "pengertian algoritma", tanpa tanda petik), pilih salah satu baris hasil dari pencarian tersebut, yang akan dijadikan referensi.


Kedua
Klik kanan baris yang ingin anda ambil referensi tersebut, lalu pilih Copy Link Location.


Ketiga
Simpan (Paste) di text editor :P kesukaan anda.

Done! (halah!..halah!)


Semoga saya tidak lagi melihat referensi direct url seperti ini lagi:

Read more >>

Monday, September 17, 2007

1.2 Hardware Dependency

Linux mengatur (maintain) perbedaan kode sumber antara hardware-dependent dan hardware-independent dengan teliti. Untuk tujuan tersebut, kedua direktori arch dan include memiliki 9 sub-direktori, masing-masing untuk 9 jenis hardware platform yang didukung oleh Linux. Nama-nama standard dari jenis platform tersebut adalah:

arm
PC Acorn

alpha
Workstation Compac Alpa

i386
PC IBM-compatible berbasiskan mikroprosesor-mikroprosesor Intel-80x86 atau 80x86-compatible

m68k
PC berbasiskan mikroprosesor-mikroprosesor Motorolla MC680x0

mips
Workstation berbasiskan mikroprosesor-mikroprosesor MIPS Silicon Grhapics

ppc
Workstation berbasiskan mikroprosesor-mikroprosesor MIPS Motorola-IBM

sparc
Workstation berbasiskan mikroprosesor-mikroprosesor Sun Microsystems

sparc64
Workstation berbasiskan mikroprosesor-mikroprosesor Ultra SPARC 64-bit Sun Microsystems

s390
Komputer mainframe IBM System/390

Read more >>

1.1 Kernel Linux v.s Unix

Berbagai macam sistem operasi Unix-like tersedia di pasaran, beberapa di antaranya memiliki sejarah yang sangat panjang dengan fitur-fitur yang saat ini sudah lama tidak digunakan, dan berbeda dalam beberapa hal. Semua varian Unix komersial berasal dari sistem SVR4 atau 4.4BSD; seluruhnya mengikuti standard yang ada, seperti POSIX (Portable Operating Systems based on Unix) IEEE dan CAE (Common Application Environment) X/Open.

Berbagai standard yang ada saat ini memberikan spesifikasi antarmuka pemrograman aplikasi (Application Programming Interface, API)—lingkungan yang sudah didefinisikan dengan baik di mana program-program user berjalan (run). Oleh karena itu, standard-standard tersebut tidak dibenarkan memberikan batasan apapun terhadap perancangan internal kernel yang dipilih.

Untuk mendefinisikan suatu antarmuka pengguna (user interface), ide-ide dan fitur-fitur dari rancangan fundamental kernel-kernel Unix-like sering dipertukarkan (untuk keperluan pengembangan). Oleh karena itu, Linux sebanding dengan sistem operasi Unix-like lainnya. Apa yang kita baca di buku ini dan kita lihat pada kernel Linux, akhirnya akan membantu kita untuk memahami varian Unix yang lain.

Kernel versi 2.2 dirancang untuk mengikuti standard POSIX IEEE. Hal ini, tentu saja menunjukan bahwa sebagian besar dari program-program Unix dapat di-compile dan di-execute pada sistem Linux dengan usaha yang minimal atau bahkan tanpa penambahan patch pada source code-nya. Lebih lanjut, Linux mempunyai semua fitur-fitur sebuah sistem operasi Unix yang modern, seperti virtual memory, virtual filesystem, lightweight processes, reliable signals, SVR4 interprocess communications, mendukung sistem Symmetric Multiprocessor (SMP), dan lain lain.

Awalnya, kernel Linux terlihat tidak inovatif. Ketika Linus Torvalds menulis kernel ini pada kali pertama, beliau mengambil rujukan dari beberapa buku “Unix Internals” lama, seperti The Design of the Unix Operating System karya Maurice Bach (Prentice Hall, 1986). Sebenarnya, Linux memiliki beberapa perbedaan dalam masalah hal-hal yang mendasar pada Unix (Unix baseline) yang dijelaskan pada buku tersebut (seperti tentang SVR4). Akan tetapi, Linux tidak terpaku pada satu varian Unix manapun. Oleh karena itu, Linux mencoba untuk mengadaptasi fitur-fitur dan rancangan baru yang dinilai baik dari beberapa kernel Unix yang berbeda.

Berikut adalah sejumlah perbedaan antara kernel Linux dengan beberapa kernel Unix yang terkenal (komersial):
  1. Kernel Linux tergolong jenis kernel monolithic. Sebuah program yang berukuran besar, dan kompleks, dirancang secara logis dari komponen-komponen yang berbeda. Hal ini sangat umum; karena sebagain besar varian Unix menganut sistem kernel monolithic, kecuali March 3.0 Carnegie-Mellon.
  2. Kernel Unix versi lama di-compile dan di-link secara statik. Sebagian besar kernel modern bisa me-load dan unload sebagian kode kernelnya (yang biasa disebut dengan module) secara dinamik, contoh kasus load/unload module ini terjadi pada device driver/driver perangkat keras). Fasilitas module ini digunakan dengan sangat baik oleh Linux, dengan me-load dan unload module kernel tersebut di semua sesi aktivitas komputasi sedang berjalan. Diantara semua varian Unix yang bersifat komersial, hanya kernel SVR4.2 yang mempunyai fitur ini.
  3. Kernel threading. Beberapa kernel Unix modern, seperti Solaris 2.x dan SVR4.2/MP, tersusun sebagai suatu kumpulan kernel thread. Suatu kernel thread merupakan suatu execution context yang bisa dengan mandiri (independently) dijadwalkan; berlaku baik pada suatu user program, atau menjalankan beberapa fungsi kernel. Context switch di antara sejumlah kernel thread menggunakan sumber daya yang lebih sedikit dibandingkan antar sejumlah proses, karena biasanya beroperasi pada address space yang sama. Linux menggunakan fungsionalitas kernel thread ini sangat terbatas hanya pada beberapa fungsi kernel secara periodik; kernel thread Linux tidak dirancang untuk mengeksekusi user program, karena tidak memberikan abstraksi dasar execution context. (Hal ini akan dibahas pada bagian selanjutnya.)
  4. Mendukung multithreaded application. Sebagian besar sistem operasi modern mempunyai dukungan terhadap aplikasi-aplikasi yang mempunyai fitur multithreading (multithreaded aplication), inilah, program-program (user programs) yang dirancang dengan baik untuk memiliki alur-alur eksekusi yang relatif mandiri (independently) dengan membagi sejumlah besar bagian struktur data aplikasi. Sebuah multithreaded aplication dapat tersusun dari sejumlah lightweight processes (LWP), atau proses-proses yang dapat beroperasi pada address space, RAM, file-file digunakan (opened files) yang sama, dan beberapa sumber daya lain. Linux merancang versi sendiri fitur lightweight processes ini, dan pasti akan berbeda dengan jenis yang digunakan oleh sistem lain seperti SVR4 dan Solaris. Apabila semua varian Unix komersial menggunakan LWP berbasiskan pada kernel thread, Linux memanfaatkannya dengan metoed basic execution context dan mengaturnya lewat system call non-standard clone ( ).
  5. Linux termasuk jenis kernel nonpreemptive. Hal ini berarti Linux tidak bisa secara langsung melakukan interleave alur eksekusi yang sedang berada pada privileged mode. Beberapa bagian kode program pada kernel memberikan gambaran bagaimana Linux dapat menjalankan dan memodifikasi struktur-struktur data tanpa diganggu (interrupted) dan lahirnya thread-thread baru yang dapat mengubah struktur-struktur data tersebut. Biasanya, kernel yang bersifat preemptive secara penuh akan berhubungan dengan sebuah sistem operasi real-time. Pada saat ini, diantara sistem Unix general-purpose yang ada, hanya Solaris 2.x dan March 3.0 yang termasuk kernel preemptive secara penuh. Pada lain pihak, SVR4.2/MP memperkenalkan beberapa hal solusi preemptive yang membatasi kapabilitas fitur preemptive.
  6. Mendukung sistem multiprocessor. Beberapa kernel varian Unix memanfaatkan keunggulan sistem multiprocessor. Linux 2.2 telah menyediakan hasil pengembangan dari symmetric multiprocessing (SMP), artinya bahwa tidak hanya sistem bisa menggunakan sejumlah prosesor, tapi juga prosesor dapat mengeksekusi task manapun; tidak ada diskriminasi di antara prosesor-prosesor yang ada. Walaupun begitu, Linux 2.2 tidak bisa mengotimalkan fasilitas SMP ini. Beberapa fungsi-fungsi kernel yang bisa dieksekusi secara konkuren—seperti filesystem handling dan networking—sekarang hanya bisa dieksekusi secara sekuensial.
  7. Filesystem. Filesystem standard Linux memiliki kekurangan (saat tulisan ini dibuat) pada fitur journaling. Akan tetapi, filesystem lain yang dinilai lebih baik tersedia untuk Linux, dan walaupun tidak source code tidak tersedia pada kernel Linux; diantaranya adalah: Journaling Filesystem (JFS) AIX IBM, dan XFS filesystem Silicon Graphic. Hal yang luar biasa terhadap teknologi object-oriented virtual filesystem (terinspirasi oleh Solaris dan SVR4), filesystem di luar Linux dapat dengan di-porting dengan mudah ke sistem Linux.
  8. STREAMS. Linux tidak memanfaatkan fitur STREAMS I/O (diadaptasi oleh SVR4) ini ke dalam sistemnya, walaupun saat ini sebagian besar kernel varian Unix mengikutkan ke dalam kernelnya dan menjadikannya sebagai interface yang paling sering digunakan untuk menulis (membuat) driver perangkat keras, dan protokol-protokol jaringan komputer.
Biasanya timbul pernyataan yang membuat hal-hal tersebut di atas tidak menggambarkan secara keseluruhan sesuatu yang selalu benar, tetapi, kenyataannya begitulah adanya. Beberapa fitur Linux membuatnya terlihat sebagai sistem operasi yang sangat unik. Sejumlah kernel varian Unix yang komersial sering memperkenalkan fitur-fitur baru untuk memperoleh keuntungan pasar yang lebih besar, tetapi fitur-fitur tersebut (biasanya) tidak bermanfaat secara signifikan, stabil, dan produktif. Akhirnya, kernel-kernel Unix modern cendrung terlihat sebagai sistem operasi yang sangat berukuran besar tapi menjadi tidak efisien. Sebaliknya, Linux tidak terkekang oleh tekanan dan pengaruh dari kondisi pasar, karena Linux berkembang sejalan dengan gagasan dari para pengembangnya (terutama Linus Torvalds). Secara khusus, Linux memiliki beberapa keunggulan dibanding pesaing varian Unix komersial sebagai berikut:

Linux bersifat bebas.
Kita bisa dengan bebas meng-install suatu sistem Unix yang lengkap dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan harga (tentu saja) perangkat keras.

Linux mempunyai komponen-komponen yang keseluruhannya sangat mudah untuk dimodifikasi.
Penghargaan setinggi-tingginya untuk GNU General Public License (GPL), kita diberi kebebasan untuk melihat dan memodifikasi kode sumber (source code) kernel dan semua program sistem.

Linux dapat berjalan pada komputer low-end (spesifikasi hardware yang murah).
Kita bisa membangun sebuah server menggunakan komputer kelas rendah seperti sistem Intel 80386 dengan RAM 4 MB.

Linux memiliki kualitas standard kode sumber yang baik.
Sistem Linux biasanya sangat stabil; memiliki laju kegagalan dan waktu pemeliharaan sistem yang sangat rendah.

Linux sangat cocok (compatible) dengan banyak sekali sistem operasi.
Linux dapat melakukan proses mount otomatis semua filesystem MS-DOS dan MS Windows, SVR4, OS/2, Mac OS, Solaris, SunOS, NeXTSTEP, sejumlah besar varian BSD, dan lain-lain. Linux juga dapat melakukan operasi dengan layer-layer network, seperti Ethernet, Fiber Distributed Data Interface (FDDI), High Performance Parallel Interface (HIPPI), Token Ring IBM, WaveLAN AT&T, RoamAbout DS DEC, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan pustaka-pustaka (libraries) yang tepat, sistem Linux bahkan dapat dengan langsung menjalankan program yang ditulis (codding) untuk sistem operasi lain. Sebagai contoh, Linux dapat mengeksekusi aplikasi-aplikasi yang ditulis untuk MS-DOS, MS Windows, SVR3 dan 4, Unix SCO, XENIX, dan sistem operasi lain yang berjalan di atas sistem Intel 80x86.

Linux didukung dengan sangat baik.
Percaya atau tidak, path atau update untuk Linux akan jauh mudah didapatkan daripada sistem operasi proprietary! Jawaban untuk masalah yang dihadapi sering keluar hanya dalam beberapa jam saja setelah masalah tersebut muncul di newsgroup atau mailing list. Lagipula, driver-driver perangkat keras untuk Linux biasanya tersedia dalam beberapa minggu setelah produk perangkat keras tersebut diperkenalkan oleh perusahaannya ke pasar. Pada sisi lain, beberapa vendor hardware hanya menyediakan driver perangkat keras tersebut hanya untuk beberapa sistem operasi komersial, dan biasanya hanya untuk Microsoft saja. Akibatnya, akan ada beberapa fitur dari hardware tersebut yang tidak bisa dipakai di semua varian Unix komersial.

Dengan perkiraan pengguna yang telah meng-install Linux lebih dari 12 juta dan terus bertambah, masyarakat yang sudah biasa menggunakan suatu sistem operasi akan mengalami cara penggunaan komputer yang relatif sama apabila melakukannya di atas Linux. Pada sisi lain, tuntutan terhadap para pengembang Linux terus bertambah, dan untungnya, Linux telah berkembang dalam arah development yang ketat oleh Linus, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Read more >>

Friday, June 29, 2007

God is In The Rain

Semua orang dapat menafsirkan title tulisan ini bermacam-macam, tapi yang saya maksud dengan Tuhan ada dalam hujan adalah bahwa cinta dan kasih sayang Tuhan ternyata begitu terasa pada zat yang berwujud air, seperti air hujan yang saya gambarkan.


Betapa air hujan bisa menyejukan udara panas di siang hari, memberi manfaat kehidupan bagi semua makhluk di bumi ini, pun yang paling terasa berkesan (bagi saya pribadi)—bisa menyejukan hati seorang manusia, air bisa memberikan pencerahan yang luar biasa terhadap jiwa seseorang.

Terus terang, kalimat tersebut saya dapatkan dari sebuah film “anak kecil” (menurut sebagian orang), tapi merupakan film yang “mencerahkan” menurut saya, V for Vendetta. Pada saat V--tokoh utama di film tersebut--memberikan semacam “pelajaran kehidupan” terhadap teman wanitanya—Eve, yang akhirnya berhasil tercerahkan mengenai bagaimana melepaskan ketakutan dalam hidup. Dalam ending adegan ini, Eve keluar ruangan untuk menghirup udara segar dan merasakan adanya “pertolongan” dan “pencerahan” oleh Tuhan lewat turunnya air hujan yang menimpa tubuhnya pada kejadian itu.


Saya menggambarkan bahwa Tuhan Menyentuh kita lewat air hujan yang turun, Dia Menyapa kita secara (terasa oleh) fisik lewat kulit ini, yang akhirnya menembus, menyentuh hati manusia yang merasakannya.


Kadang saya sangat perlu dan merindukan sentuhan ini secara fisik untuk berhubungan dengan Tuhan, tidak hanya sewaktu kita berdo'a atau pada saat shalat saja, saya membutuhkan “perantara” yang bersifat fisik untuk mengingat dan berkomunikasi dengan-Nya... Apakah anda juga demikian?

Ada contoh peristiwa dimana hal yang bersifat materi (fisik) sangat membantu dalam membangun komunikasi dengan Tuhan. Seperti kenapa kita harus merasa lapar pada saat melakukan ibadah shaum? Kenapa kita harus ber-zakat agar merasakan situasi kekurangan harta? Kedua peristiwa ini menunjukan bahwa hal yang bersifat fisik (lapar dan kekurangan harta) bisa dijadikan media penghubung yang efektif untuk berkomunikasi dengan Allah Swt., sebagai Tuhan alam semesta ini.

Air hujan (juga benda fisik lainnya) apabila ditelaah dengan benar, pun menjadi alat yang tepat untuk merasakan kasih sayang Tuhan yang dianugrahkan-Nya bagi semua alam. Sehingga diharapkan manusia dapat memahami diri dan menghasilkan karya-karya yang positif, serta bermanfaat bagi kehidupan.


Merasa kecup hangat sebentuk cinta
tlah terukir di dalam jiwaku
seperti tetes embun
menyegarkan hari
terciptakan keajaiban di hati

Cinta bukan hanya sekadar kata, cinta tak hanya diam.

....

Lyric of “Tak Hanya Diam” by Padi, on album: "Padi".

I know now, God touches us through the rain, because God is in the rain, really He is...

Read more >>

Saturday, March 17, 2007

Kemana saja An?

Bulan Februari kemarin blog ini terlihat kosong, kalau di-check tidak ada nama bulan tersebut terdaftar di list Blog Archive blog ini.

Jadi, ngapain dan kemana aza sebulan kemarin ini?... :)

Pertama (Sabtu, 3 Februari 2007)
Saya hadir di Pertemuan Aktivis Linux di LPK Nurul Fikri - Depok, atas pengumuman di milis linux-aktivis@linux.or.id.


[Mohon untuk ditunjukan lokasi LPK NF yang lebih tepat lewat wikimapia di atas]

Kedua (Rabu s.d. Jum'at, 7-9 Februari 2007)
Saya mengikuti Pelatihan Migrasi Open Source Depkominfo di Hotel Bidakara - Jakarta atas undangan perwakilan Depkominfo (yg di-forward oleh Pak Ronny) di milis linux-aktivis@linux.or.id [1].



Ketiga (23, 24 s.d. 25 Februari 2007)
Ikut ngebantuin teman-teman di Common Room di acara NexxG::Nu-Substance Festival 2007.

[ Saya, Deena (sebelah kanan saya), dan Dea (memakai kaos hitam bertuliskan: "Innovation...") di tengah-tengah Audience yang sedang serius mengikuti workshop (hari ke-dua festival)]

Fuih! Acaranya keren banget! 'Ngga hanya itu, saya berkesempatan bisa kenal sama seleb-seleb musik elektro asal Bandung, salah satunya adalah Homogenic. Setidaknya saya, Dea (Grahadea K.) dan Deena (Dina Dellyana) sempat ngobrol-ngobrol bareng tentang Musik, Intertainment Technology dan FOSS. Asyik banget ngobrol sama mereka berdua,
dan di hari ke-tiga festival ini, walaupun Risa (vocalist) tampil lengkap dengan personel Homogenic lainnya di atas stage Auditorium CCF Bandung, tapi sayang saya ga sempat ketemu dan kenalan dengan Risa :( ... mungkin lain waktu kali yach :)

[Notebook saya sedang nge-record live music performance dengan latar belakang Souldelay di Auditorium CFF Bandung]

Lha! Andi ngapain aja dong? Biasa... ngasih performance Audacity di sound record and editing-nya (di atas sistem operasi Linux) pada hari ke-dua rangkaian festival tersebut... yang akhirnya Audience bukannya tertarik ke tema yang lagi dibicarakan, tapi saya malah ditanya macam-macam tentang Linux itu sendiri, apa program buat ngetiknya lah, photoshop-nya lah, corel draw-nya, dan macam-macam. Sekalian deh saya pamerin keindahan Xgl-Beryl di openSUSE 10.2 desktop saya :) ... alhasil semua Audience tercengang (takjub) dengan efek-efek desktop-nya! (terbilang sukses untuk "dakwah Linux-iah" kali ini) :)

So, itulah kegiatan saya di bulan Februari ini yang pada akhirnya saya tidak sempat menulis
dengan segera report dari setiap event tersebut di blog ini. Nampaknya keterampilan saya menulis di blog belum juga terasah neh! harus banyak latihan! (so pasti dong!) :)

And then?... See you in the next posting! :)

[1] Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang milis tersebut, kunjungi web page ini.

Read more >>