Pages

Tuesday, December 26, 2006

Sulit Banget!

Setelah dipikir-pikir ternyata memang benar apa kata Pak Onno, kalau Pengguna Windows akan merasa kesulitan untuk menghapus O.S di komputernya dengan O.S lain yang berbeda, dalam hal ini GNU/Linux (bisa kita sebut dengan "Linux" saja), distro apapun itu.

Berikut khayalan saya kenapa Sulit Banget!-nya Pengguna Windows untuk beralih ke Linux:

1. Kebiasaan
Apapun alasannya, sebagus, dan se-user friendly apapun distro yang ditawarkan, pengguna Windows akan tetap bersikukuh dalam mempertahankan kebiasaannya, terus ber-windows ria.

Mari kita bayangkan dua orang anak kecil yang lahir dengan didikan dan aturan kebiasaan makan yang berbeda. Setelah 5 tahun sejak kelahirannya, Anak ke-satu (sebut saja Anak A) mendapatkan "makanan berat" pertama bernama nasi, sampai umurnya dewasa tidak pernah berubah jenis makanan pokoknya itu, tetep nasi. Sedangkan Anak yang lain (sebut saja Anak B) mendapatkan makanan pokonya dari kecil berupa Pizza hingga berumur dewasa. Selanjutnya mari kita suruh kedua anak tersebut untuk berganti kebiasaan makan, Anak A harus makan pizza dan Anak B harus makan nasi... bisa kita tebak kedua anak tersebut akan muntah dan akan kembali ke makanan nenek moyangnya; Anak A tetap makan nasi, dan anak B tetap senang dengan pizza-nya.

Begitupun dengan kedua Pengguna O.S ini, Pengguna Windows akan merasa aneh dan mungkin muak dengan sistem operasi Linux, dan sebaliknya, pengguna Linux-pun akan melecehkan dan muntah melihat begitu kaku dan kampungan-nya desktop Windows.

Biasanya kebiasaan ini akan berubah ketika ada desakan dari pihak luar yang tak sanggup dilawannya, bisa berupa tekanan Pemerintah (dengan aturan dan pelaksnaan UU yang ketat dan konsisten) untuk menggunakan O.S tertentu saja misalkan, atau dengan hati nurani, dan kepentingan tertentu (tuntutan studi, disuruh Bos, dsb.)

2. Support Vendor Hardware (dan mungkin Software?) yang Rendah terhadap Sistem Operasi Linux.
Banyak teman-teman kita (Pengguna Windows) yang mengeluhkan bahwa sebagian peripheral device di komputernya tidak bisa digunakan dengan baik apabila dijalankan di atas platform Linux. Memang benar sebagian kecil device baru belum bisa digunakan dengan baik oleh Linux, beberapa bisa diakses dengan baik, dan sebagian lagi mendapatkan cara yang kurang wajar dalam mengkonfigurasi dan menggunakannya (harus re-compile kernel, download driver baru, atau bahkan membuat modul-driver nya sendiri), dan ini menjadikan support dari Konsultan atau Komunitas Linux sangat berarti dan berpeluang untuk menjadi bisnis yang fair.

Saya menempatkan point ini di posisi ke-2 karena point ini tidak begitu signifikan dalam proses migrasi Windows ke Linux, sebagain besar diakibatkan pada sisi politik dagang pihak Microsoft dalam memonopoli industri komputer dunia. Dan hal ini tidak bisa menyimpulkan bahwa Linux tidak bisa memanajemen hardware dengan baik, hanya saja pihak Vendor sendri yang enggan dan merasa takut tidak di-support lagi oleh Microsoft, dikarenakan telah mendukung (memberikan driver device-nya ke) Linux. Kernel Linux sudah lebih dikatakan siap untuk dijalankan di segala jenis komputer yang ada di Bumi ini. Hanya saja Microsoft belum (atau tidak akan pernah?) siap dalam mendukung Linux, dan mempersilahkan pihak Vendor Hardware untuk membuat driver-nya untuk Linux.

3. Pemerintah sebagai Penentu kebijakan.
Selama Pemerintah masih diikat dengan belenggu dan hobi ber-korupsi, selama itu pula UU HaKI yang sudah lama diputuskan, tindaklanjutnya (seperti biasa) seperti jalan di tempat. Bangsa ini akan terus membuang uang ke luar negeri (Microsoft, USA) dalam membeli produk-produk Negara Asing, dan selama itulah Programmer-programmer, Computer Engineer kita akan nganggur atau bahkan lari ke luar negeri karena tidak begitu dipedulikan oleh Negaranya sendiri. Politics? That's why I (really) hate Politics... but not at all.

Benar, tidak semua kebutuhan komputasi bisa dilakukan di atas platform Linux (beberapa ada yang hanya bisa dijalankan pada spesifik platform tertentu), namun apabila ternyata kebutuhan tersebut sudah tersedia di Linux, kenapa harus menggunakan WIndows?... You can answer this by your own words.

Apabila benar bahwa Windows (default)--even Vista if you think so--memiliki tampilan GUI yang menarik, saya percaya Anda sedang tidak waras atau kesurupan, Anda belum melihat Desktop Linux (KDE atau Gnome) sebenarnya. Saya sampai hari ini belum mendapatkan jawaban yang pasti, kenapa pengguna Windows begitu memuja tampilan desktop-nya yang bagi saya pribadi (subjektif) begitu kuno dan kampungan, atau karena Bangsa ini memiliki jiwa eksperimen buruk, sehingga matanya tidak bosan/jenuh melihat desktop yang begitu standard?

AKHIRNYA CURHAT SAYA YANG TELAH LAMA TERPENDAM BISA DIKELUARKAN JUGA.

BAGI YANG TIDAK MENYUKAINYA, SILAHKAN TINGGALKAN BLOG INI, DAN TAK HARUS KEMBALI LAGI... :)


JANGAN KIRA SAYA BISA BERJIWA STANDARD DAN BAIK SAJA, SAYA PUN BISA KESAL DAN MENGESALKAN ORANG... :)

Monday, December 11, 2006

My KlamAV is Back!

[Gambar A: Proses scan yang memakan waktu terlalu lama]

Pada awalnya saya kira KlamAV (front-end manager KDE untuk program anti virus ClamAV™) memiliki bug di versi 0.37-nya. Masalah itu muncul ketika KlamAV melakukan scanning suatu path (file atau directory) dengan proses scan yang memakan waktu (menurut saya) terlalu lama [Gambar A]. Sebelumnya saya memakai KlamAV versi 0.36 (dengan ClamAV versi 0.88.4), dan proses scan berlangsung cepat (normal). Saya pikir memang saya sendiri penyebabnya, tidak menyertakan program on-access scanner Dazuko. Waktu itu dazuko kesulitan untuk saya install, dan memang saya belum mengerti apa dan bagaimana Dazuko berjalan serta pengaruhnya terhadap program anti virus ini.

Karena ga mau ribet soal dazuko lagi, tadi malam saya iseng mencoba anti virus lain yang bisa dijalankan di Linux (openSUSE 10.1) tanpa harus meng-install Dazuko. Pilihan pertama jatuh di AntiVir, program anti virus bawaan distro tersebut. Tapi ternyata AntiVir yang di-install adalah AntiVir versi trial 30 hari (?)... halah!, mau install yang "free" harus download dulu, konfigurasi (=belajar) lagi, de el el, de el el,... ga ah, ga usah...

Akhirnya AVG Anti Virus menjadi pilihan selanjutnya, setelah di-install, ternyata terjadi lagi kejadian yang sama dengan AntiVir, harus registrasi (minta key registration) ke situsnya. Sepertinya saya harus menggunakan AVG Free Edition-nya agar bisa dipakai "selama mungkin", untuk yang satu ini saya paksakan untuk men-download-nya dari situs Grisoft. Sebelum saya install program anti virus tersebut saya sempatkan untuk membaca dahulu dokumentasi-nya (dalam bentuk pdf) yang juga saya dapatkan dari situs yang sama. Setelah khatam membaca dokumentasi tersebut akhirnya saya berkesimpulan bahwa program anti virus apapun (yang berjalan di Linux) apabila ingin berjalan normal (benar) mau ga mau harus di-install juga software yang bernama Dazuko (ClamAV bisa menggunakan Clamuko sebagai alternatif) atau program lain yang sejenis.

[Gambar B: Proses scan yang normal]

Sepertinya memang sedikit nge-jelimet kalau menginginkan program anti virus berada di sistem Linux (dan memang Linux belum tentu membutuhkan program aplikasi ini, setidaknya untuk hari ini), tapi karena didorong ingin membantu teman-teman lain (Windows Users) agar bisa men-scan komputernya yang terinfeksi virus, maka saya sedikit memaksakan juga untuk meng-install program aplikasi anti virus ini (sekalian belajar juga seh :) ). "Nge-jelimet" ini dirasakan karena memang saya lihat Linux begitu ketat dalam mengatur access control ke sistemnya, begitu pun untuk anti virus ini. Program anti virus tidak bisa melakukan akses untuk memodifikasi suatu file atau directory terhadap objek yang dianggap terinfeksi oleh virus komputer (infected object), bahkan hanya untuk proses scanning-nya pun tidak dizinkan oleh Kernel Linux. Oleh karena itu Dazuko diperlukan sebagai device driver (modul kernel) yang memberikan fasilitas bagi userland (program aplikasi) untuk bisa meng-execute (diartikan sebagai: memiliki) file access control sistem, dalam hal ini memberikan izin bagi program anti virus untuk melakukan scanning (termasuk memodifikasi file atau directory) di sistem Linux. Jelaslah bahwa dazuko wajib untuk di-install.

[Gambar C: KlamAV mendeteksi adanya virus]

Setelah mengetahui bahwa AVG pun memerlukan dazuko ini, saya install, dan melakukan konfigurasi (menyertakan Dazuko dalam modul kernel Linux di mesin saya), akhirnya semua masalah yang dulu pernah saya alami sebelumnya berhasil diselesaikan [Gambar B] (tentu saja dengan menghabiskan 2 gerobak nasi goreng depan kampus, 1 galon susu cap beruang, 3 ember keringat , 2 lusin pakaian lengkap, dan 1 krat kratingdaeng... :D ). Sekarang saya kembali lagi menggunakan KlamAV sebagai program aplikasi anti virus pilihan utama di komputer Linux dan Windows* (legal koq, lisensi Acer :) ) saya.

[Gambar D: Result dari hasil proses scan]


*ClamAV di Windows mengunakan front-end manager ClamWin.

Wednesday, December 06, 2006

KluB, Common Room, and Its Collaboration

Diawali dengan pertemuan pengurus KluB (KluB Linux bandung) pada hari Sabtu (25 November 2006) di Common Room--Jl. Kyai Gede Utama 8 Bandung--yang dihadiri oleh Willy (Ketua KluB), Gustaf H. Iskandar (Koordinator Bagian Riset dan Pengembangan Common Room Networks Foundation), Charlie, Bambang, Andre, Jhon E., dan saya, akhirnya disepakati bahwa KluB akan bekerja sama dengan Common Room dalam pengembangan dan penetrasi sistem operasi Linux dan FOOS (Free and Open Source Software) di Kota Bandung, khususnya pada bidang aplikasi multimedia dan digital art.

Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa Pihak Common Room akan menyediakan sarana dan fasilitas yang ada untuk memberikan keleluasaan dalam aktivitas Para Aktivis Linux Kota Bandung yang dimotori oleh KluB, dan bersama-sama dengan KluB membangun atomosfer teknologi informasi berbasiskan free/open source software di Kota Bandung tercinta ini. Idealis memang, tapi dengan usaha yang konsisten semua bisa kita wujudkan bersama-sama.

Keinginan itu pun ditindaklanjuti dengan pertemuan selanjutnya di tempat yang sama (Sabtu, 4 Desember 2006) setelah disepakati bahwa setiap hari Sabtu (pukul 14.00 s.d. selesai) dalam satu minggunya kami akan rutin kembali mengadakan pertemuan bersama, dan hari itu dihadiri oleh Willy, Gustaf H. Iskandar, Azuwir, Shifa, Aty, dan saya, kembali membicarakan rencana kegiatan selanjutnya.

Dengan adanya dukungan semua pihak dan melihat potensi yang ada, akhirnya beberapa kesepakatan telah diputuskan (sebagai langkah awal kegiatan):
  1. KluB akan mem-publish beberapa tulisan yang berhubungan dengan Linux dan FOSS di media koran atau majalah lokal (kemungkinan di Koran Pikiran Rakyat-Jawa Barat dan Majalah Islam Percikan Iman-Bandung) dengan isi tulisan yang cukup sederhana dan dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat umum.
  2. KluB & Common Room akan membangun Radio Internet yang cukup representatif untuk bisa dijadikan media komunikasi kalangan Musik dan kreativitas seni dan Linux di Kota Bandung (khususnya).
  3. Mengembangkan dan memanfaatkan software openMosix sebagai program parallel/cluster computing agar bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk penelitian (akademik) tapi juga dunia industri.
Pada akhirnya, semoga rencana kegiatan di atas bisa direalisasikan dengan baik tentu saja dengan bantuan dan kerja sama semua pihak.

Dengan di-publish-nya tulisan ini, kami mengundang semua pihak (khusunya Aktivis Linux Bandung) untuk bisa hadir di pertemuan hari Sabtu selanjunya di waktu dan tempat yang sama, Common Room (Jl. Kyai Gede Utama 8-Bandung), untuk menindak lanjuti kegiatan yang sudah disepakati tersebut (tak tertutup untuk mengadakan acara lainnya), serta bersama-sama membantu dalam peningkatan kualitas masyarakat yang lebih bermanfaat, tentu saja dengan FOSS.

Bug (again)?--Solved?

Setelah ke-aneh-an yang lalu sehingga saya sempat kebingungan, akhirnya Blogger-Beta "sembuh" kembali dengan kesimpulan yang belum terjawabkan. Hari ini karena alasan tertentu, saya nge-net di warnet (dekat kampus) lagi, dan setelah saya buka dashboard Blogger-Beta saya, lalu "+New Post" dan tampil lah window kolom post Blogger-Beta yang normal.

Sekarang tampilan tab editor (untuk bolt, insert image, dsb.) dan Preview Edit Html dan Compose-nya muncul kembali.Kesimpulan sementara yang bisa saya pikirkan adalah:
  1. Pihak Programmer Blogger sudah memperbaiki bug yang saya maksud,
  2. Setting browser (sama-sama Firefox) yang saya pakai di komputer saya tidak mendukung untuk menampilkan tab di atas (sedikit tidak masuk akal, karena sebelumnya tab tersebut tetap terus muncul tanpa saya rubah setting di browser tersebut), atau
  3. Masalah operating system yang digunakan. Komputer saya menggunakan openSUSE 10.1 dan komputer Warnet ini (biasa lah..) Windows XP.... (Alasan ini pun masih belum masuk logika saya, walaupun berkemungkinan benar, tapi.... masa seeh!?).
Padahal saya belum merubah kode html-nya.... :D

Sunday, December 03, 2006

Saturday, December 02, 2006

Ngepret Setan!

Seorang teman mematikan TV yang sedang tidak ditonton, saya bilang: "Oh, iya matiin aja, lagian ga ada yang nonton..." Teman: "Iya, nanti ada (Jin) yang nonton", "Wah, kepret we (tempeleng aza)" Sahut saya, Teman saya menjawab: "Klo udah ada mah, tetep aja gemeteran dan pengen kabur" "Lho, lho, lho... ngapain harus gemeter, apa yang ditakutkan???" Gumam saya dalam hati...

Sepertinya kita bener-bener sudah "kebablasan", kita (khususnya orang Indonesia) sudah lupa, tertipu, dan cendrung memperlihatkan kebodohan diri tidak hanya kepada orang lain (yang berbeda agama) tapi juga bagi Jin yang sesat (Syaitan), bagi Jin juga? kenapa tidak?

Kawan-kawan masih ingatkah kita tentang ayat yang meriwayatkan bahwa Para Malaikat dan Iblis (pemimpin Syaitan) diperintahkan untuk bersujud (menghormati) sosok Manusia bernama Adam? (Al Isra ayat 61-65, dan Al kahfi ayat 50)Sudah lupa? (atau mungkin tidak tahu?) Ternyata Manusia sudah Allah Muliakan (salah satunya) dengan riwayat ini. akankah hari ini kita mengingkarinya dengan merasa takut akan tipuan Syaitan, takutkah kita me-"ngepret setan" apabila Syaitan tersebut menggoda dan menjerumuskan perjalanan hamba Allah (Manusia)? Tegakah kita mengingkari Kata-Kata Tuhan dan Mu'zizat Muhammad Saw ini? Ckckck... Memang benar, kita sudah jatuh di lubang tipuan yang dalam buatan Syaitan, Syaitan sudah berhasil, selamat Syaitan (maaf), You did it!!! Kita yang lemas, lunglai, was-was, takut dan dibodohi terus-menerus oleh Syaitan!!!

Hei kamu! Iya kamu! (yang baca tulisan ini)... jangan lirik-lirik ke belakang! Iya kamu! mo sekali-sekali lagi merasa takut dengan Syaitan (termasuk Kuntilanak, Pocong, Sundel bolong, Tuyul, dan teman-temannya)??? Mau mengigkari Firman Allah? Mau malu-maluin Nabi Adam As.? Mau ikut saya kepret juga??? BACA AYAT-NYA SAMPAI KHATAM, SAMPAI MENGERTI!!!

"Waaah, Mas Andi sombong neeh! Klo sudah ketemu (Syaitan) mah baru kerasa, hati-hati lho..." Memang sangat tipis bedanya antara sombong dengan ke-Pe De an dalam mengutarakan dan memahami suatu ilmu, biar hal itu urusan saya dengan Allah Swt (Saya berlindung kepada Allah dari segala tipu daya Syaitan)... Yang penting adalah... mau (ikut) saya kepret juga?